Simplisia Nabati

| Selasa, 06 November 2018
1.    Aloe
Nama lain                         : Jadam, Aloes
Tanaman asal                    : Bermacam-macam jenis Aloe :
Aloe perryi (Bakar)
Aloe barbadensis (Miller)
Aloe ferox (Miller)
Aloe africana (Miller)
Aloe spicata(Baker)
Keluarga                           : Liliaceae
Zat berkhasiat utama/isi   : Damar, aloin, air dan abu. Sifat Purgatif disebabkan oleh 3 pentosida yaitu  barbaloin (=aloin), isobarbaloin dan betabarbaloin. Hidrolisa dari barbaloin antara lain menghasilkan aloe emodin dan d-arabinosa
Penggunaan                      : Pencahar
Pemerian                          : Semua jenis jadam berasa sangat pahit dan menimbulkan rasa  mual.
Bagian yang digunakan   : Cairan yang keluar dari potongan daun segar
2.        Champora
Nama lain                         : Kamfer
Tanaman asal                   : Cinnamomum camphora (L.)
Keluarga                           : Lauraceae
Zat berkhasiat utama/isi   : Kamfer ( C12 H16 O )
Penggunaan                      : Karminativa, obat kejang, obat gatal, obat encok, anti iritansia
Pemerian                          : Hablur butir atau massa hablur tidak berwarna atau putih, bau khas tajam, rasa pedas dan aromatik
3.        Carbo Adsorbens
Nama lain                         : Karbo adsorben, Arang Penyerap
Ketentuan                        : arang yang dibuat dari bahan tumbuh-tumbuhan tertentu, telah diaktifkan untuk mempertinggi daya serap
Penggunaan                      : Antidota
Pemerian                          :serbuk sangat halus, bebas dari btuiran, warna hitam, tidak berbau, tidak berasa
4.        Catechu
Nama lain                         : Gambir
Tanaman asal                   : Uncaria Gambier (Hunter roxb)
Keluarga                           : Rubiaceae
Zat berkhasiat utama/isi   : 25-50% asam katekutanat, 2-8% isokatekin dan 7-  33 d-katekin, kuersetin, zat warna merah kateku
Penggunaan                      : astringensia kuat
Pemerian                          : tidak berbau, rasa mula-mula pahit dan rasa kelat-sepat, kemudian agak manis
Bagian yang digunakan   : sari air kering yang diperoleh dari daun dan ranting muda
5.        Gallae
Nama lain                         : Jenitri
Tanaman asal                    : Quercus infectoria (Oliver)
Keluarga                           : Fagaceae
Zat berkhasiat utama/ isi : Asam penyamak 50-75%, asam galat 2-4%, damar, pati, kalsium oksalat
Penggunaan                      : obat hemoroida (sebagai salep), bagian dari jamu singset
Pemerian                          : bau lemah, rasa sangat kelat dan agak manis
6.        Glycyrrhizae Succus
Nama lain                         : Sari akar manis, Succus Liquiritiae
Tanaman asal                    : Glycyrrhiza glabra varietas glandulifera
Keluarga                           : Papilionaceae
Zatbrkhasiat utama/isi      : Glisirizin sampai 15%, gula
Penggunaan                      : Ekspektoransia, bahan pengikat pillulae
Pemerian                          : Batang berbentuk silinder/ bongkah besar, licin agak mengkilap warna hitam, coklat tua, atau serbuk berwarna coklat, bau khas lemah, rasa manis khas
Bagian yang digunkan     : Akar yang masih segar disari dengan air mendidih, sari diuapkan dan dikeringkan hingga bebas air
edit

Farmakognosi Mineral

| Selasa, 06 November 2018
PARAFFINUM SOLIDUM
Nama lain                                : Parafin padat, paraffin wax
Zat berkhasiat utama / isi        : Hidrokarbon (C17H36 Sampai C27H56),
yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon takjenuh, dan derivat-derivat benzen
Penggunaan                             : Bahan pengeras salep dan zat tambahan
Pemerian                                 : Massa padat, sering menunjukkan
susunan yang hablur, warna putih, tidak berasa, dan agak licin. Jika terbakar, menyala terang, sedangkan jika dilebur, menghasilkan cairan yang tidak berfluoresensi
Cara memperoleh                    : Diperoleh dari residu minyak tanah
kasar. Residu ini disuling lagi untuk memperoleh minyak parafin sebagai distilat yang kemudian diolah dengan asam sulfat dan selanjutnya dengan larutan natrium hidroksida. Selama pengolahan, massa dibuat tetap cair secara dipanaskan dengan uap air. Setelah terpisah dari bagian airnya, minyak parafin dibekukan menjadi setengah padat kemudian diperas.
Bagian minyak yang cair dipakai sebagai minyak pelumas. Bagian yang padat dicairkan, dibekukan, dan diperas lagi pada suhu yang tidak lebih tinggi dari tadi; hasil proses ini dikenal sebagai refined wax.
Zat ini dicuci, diperas, dicairkan, dialirkan lewat arang tulang (atau bahan-bahan lain sejenis), dan dibekukan sehingga terbentuk massa yang keras, tembus cahaya, dan tidak berwarna.
Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik

3.   VASELIN ALBUM
Nama lain                                : Vaselin putih, white petroleum
Zat berkhasiat utama / isi        : Hidrokarbon yang memiliki berat
molekul tinggi, terutama parafin, hidrokarbon siklis, dan hidrokarbon takjenuh
Penggunaan                             : Bahan dasar salep
Pemerian                                 : Massa lunak, lengket, bening, tidak
berbau, hampir tidak berasa, dan berwarna putih. Sifat ini tetap setelah zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk. Massa berfluoresensi lemah dan juga jika dicairkan
Cara memperoleh                    : Vaselinum flavum yang telah diputihkan
Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik
4.      VASELINUM FLAVUM
Nama lain                                : Vaselin kuning, yellow petroleum
Zat berkhasiat utama / isi        : Hidrokarbon yang memiliki berat
molekul tinggi, terutama parafin, hidrokarbon siklis, dan hidrokarbon takjenuh
Penggunaan                             : Bahan dasar salep
Pemerian                                 : Massa lunak, lengket, bening, tidak berbau, hampir tidak berasa, dan berwarna putih. Sifat ini tetap setelah zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk. Massa berfluoresensi lemah dan juga jika dicairkan
Cara memperoleh                    : Diperoleh dari minyak mineral
Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik
KETERANGAN TAMBAHAN
Sediaan                                   : Aethylis Aminobenzoatis
Unguentum (FN), Olei Iecoris Unguentum (FN), Peruviani Unguentum (FN), dan Zinci Pasta (FN)
5.      PARAFFINUM LIQUIDUM
Nama lain                                : Parafin cair, white mineral oil, liquid petroleum, mineral oil
Zat berkhasiat utama / isi        : Hidrokarbon (C17H36 Sampai C27H56), yang terdiri atas hidrokarbon siklis, hidrokarbon takjenuh, dan derivat-derivat benzen
Penggunaan                             : Bahan dasar salep dan laxantia
Pemerian                                 : Cairan kental, transparan, tidak berfluoresensi, tidak berwarna, hampir tidak berbau, dan hampir tidak berasa
Cara memperoleh                    : Diperoleh dari minyak mineral
Penyimpanan                           : Dalam wadah tertutup baik dan terlindung dari cahaya


edit

Simplisia Hewani

| Selasa, 06 November 2018
1.   ADEPS LANAE

Nama Sinonim
:
Lemak bulu domba anhydrous lanolin, Wool FAT, Lemak bulu
Nama hewan
:
Ovis Aries (L.)
Keluarga
:
Bovidae
Zat berkhasiat Utama/Isi
:
Ester-ester lemak dengan kolesterol, oksikolesterol, gamma-lanosterol, lano-sterol dihidrolanosterol dan agnosterol.
Adapun asam lemaknya adalah asam palmitat, asam miristinat, asam lano-palmitat, asam lanoserat, asam serotat dan asam karnaubat, alkohol-alkohol, setil -alkohol dan karnaubiealkohol.
Penggunaan
:
Sebagai salep, sabun, pasta, pil dan serbuk.
Sediaan
:
-     Aethylis Aminobenzoatis Tannini Unguentum (Form. Nas).
-     Bacitracini Neomycini Polymyxini unguentum (Form. Nas).
-     Chloramphenicoli unguentum  (Form. Nas).
-     Gamexani cremor (Form. Nas).
-     Hydrocortini unguentum (Form. Nas).
-     Ichtammoli unguentum (Form. Nas).
-     Methylis Salysilatis unguentum (Form. Nas).
-     Tetracyclini Hydrocloridi unguentum (Form. Nas).
Pemerian
:
Zat serupa lamak, liat, likat warna kuning muda atau kuning pucat, agak tembus cahaya bau lemah dan khas.
Bagian yang diambil
:
Lemak yang dimurnikan dari bulu domba.
Pembuatan
:
Pada bulu domba terdapat 10-50 % lemak yang merupakan selaput luar bulu tersebut. Air sabun bekas pencuci bulu mengandung lemak tersebut. Pada air cucian ditambah asam sulfat dan magma berlemak yang terpisah diambil, magma diperas panas-panas untuk memisahkan kotoran-kotoran.
Lemak yang diperoleh dimurnikan lagi, jika masih berisi asam lemak bebas.
Lemak bulu domba dapat pula diperoleh langsung yaitu secara disari dengan pelarut organik.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik terlindung dari cahaya atau ditempat sejuk.

2. ADEPS SUILLUS

Nama sinonim
:
Lemak babi, Lard.
Nama hewan asal
:
Sus scrofa (L.)
Keluarga
:
Suidae
Penggunaan
:
Bahan salap, emplastrum
Sediaan
:
Emplastrum Plumbi Oxydi.
Pemerian
:
Lemak lunak, likat, warna putih bau leak tapi tidak tengik, jika dileburkan menjadi cairan jernih dan kemudian dibiarkan, tidak terpisah air.
Bagian yang digunakan
:
Lemak dari rongga perut.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

3. CERA ALBA

Nama Sinonim
:
Malam putih, White Bees Wax.
Nama hewan
:
Apis Mellifera (L.) dan species lain.
Keluarga
:
Apidae
Zat berkhasiat Utama/Isi
:
Mirisin (Mirisilpalmitat), terdapat pula asam serotinat, serasin (campuran parafin), asam melisinat, seril-alkohol.
Penggunaan
:
Bahan salap
Sediaan
:
Methylis Salicylatis unguentum (F.N), Unguentum Leniens
Pemerian
:
Zat pada lapisan tipis bening warna putih kekuningan, bau lemah.
Bagian yang digunakan
:
Malam dari sarang yang telah dibersihkan dan yang telah diputihkan.
Cara memperoleh
:
Dulu diputihkan secara dijemur dan bentuk pita-pita tipis. Sekarang dioksidir dengan hidrogenperosida, kalium permanganat atau benzoil-peroksida.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik. 

4. CERA FLAVA
 
Nama Sinonim
:
Malam kuning, Yellow Bees  wax, yellow wax, bees wax
Nama hewan asal
:
Apis Mellifera (L.)
Keluarga
:
Apidae
Zat berkhasiat Utama/Isi
:
Mirisin (=Mirisilpalmitat), serin atau asam serotinat, asam melisinat, mirisil-alkohol, hidrokarbon heptakosan dan hentrakontan.
Penggunaan
:
Bahan salep.
Sediaan
:
Oculentum Hydrargyri Oxydi Flavi (FOI)
Pemerian
:
Zat padat, jika dingin agak rapuh, jika hangat enjadi elastis, bekas patahan buram dan berbutir warna coklat kekuningan, bau enak seperti madu.
Bagian yang diambil
:
Malam yang telah dibersihkan dari sarang apis
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik

5. CETACEUM

Nama Sinonim
:
Setaseum, Spermaseti
Nama hewan asal
:

Physeter macrosephallus

Physeter catodon (L.) dan Hyperoodon rostratus (Miller)
Keluarga
:
Physeteridae
Zat berkhasiat Utama/isi
:
Setin ( = setilpalmitat ), setilstearat, setiloleat, setilaurat, setilmiristinat, dan setil alcohol.
Penggunaan
:
Bahan salap
Sediaan
:
Unguentum Leniens (Form. Nas).
Pemerian
:
Massa hablur bening, licin, warna putih mutiara, bau dan rasa lemah.
Bagian yang diambil
:
Malam padat murni yang diperoleh dari minyak lemak yang terdapat pada kepala, lemak dan badan ikan.
Cara memperoleh
:
Binatang menyusui ini kepalanya besar, bagian atas kepala berisi cairan yang setelah binatangnya mati, menjadi padat putih seperti bunga karang, merupakan campuran setaseum dan minyak lemak. Dengan perasan, pencucian dengan soda dan lain sebagainya diperoleh setaseum murni.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

6. GELATINUM

Nama Sinonim
:
Gelatina
Zat berkhasiat utama
:
Glutina tersusun atas glikokol, leusin, prolin, asam glutamat, lisin, arginin, alanin, asam asparoginat, fenil-alanin, oksiprolin dan histidin.
Penggunaan
:
Bahan kapsul, salep, cairan transfusi.
Keterangan
:
Gelatina adalah protein yang diperoleh dari bahan kalogen.
Ada dua macam tipe gelatina yaitu :
Type A dengan titik iso-electric pada pH 7-9, Type B dengan titik iso-electric pada pH 4,7-5,0

Kwalitas dan sifat-sifat gelatina ditetapkan oleh perbandingan antara glutina dan khondrina yang terdapat padanya.
Gelatina makanan dapat dibuat dari 3 sumber utama, yaitu : tulang-tulang yang sudah bersih, kulit babi yang baru dibekukan, dan kulit sapi muda.
Tulang yang diolah dengan asam klorida menghasilkan garam kalsium yang larut dalam Osein.

Osein dan kulit sapi muda jika diolah dengan kapur, memberikan kolagen  kotor  yang setelah dimurnikan pada pH 5 – 6  menghasilkan gelatin tipe B.

Kulit babi yang diolah dengan asam klorida dan disari pada pH 3,5 – 5 akan menghasilkan lemak dan gelatin tipe A.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik.

7. MEL DEPURATUM

Nama Sinonim
:
Madu murni
Nama hewan asal
:
Apis mellifera (L.)
Keluarga
:
Apidae
Zat berkhasiat Utama/Isi
:
Gula invert, saccharosa, dekstrin, abu, air, zat atsiri aromatik, asam semut (sedikit)
Penggunaan
:
Sebagai sumber hidrat arang yang mudah dicerna, reduktor dalam sediaan-sediaan ferro.
Pemerian
:
Cairan kental serupa sirup, bening, warna kuning muda sampai coklat kekuningan, rasa manis khas bau enak khas, jika dipanaskan diatas penangas air bau menjadi lebih kuat, tetapi tidak berubah.
Bagian yang diambil
:
Madu
Cara memperoleh
:
Madu yang diperoleh dari sarang apis ini, dimurnikan dengan pemanasan dibawah suhu 800, didiamkan, kotoran yang mengapung diambil, kemudian madu diencerkan dengan air secukupnya hingga bobot per ml memenuhi persyaratan.
Jenis-jenis
:
Di Mesir dan dari apis fasciata, di Senegel dari apis adamsonii di Afrika dari apis caffra dan apis scutella.
Di Madagaskar dari apis unicolor. Di India dari apis dorsata (apis indicata = apis florea).
Madu erhalus adalah madu yang diperoleh tanpa pemerasan tetapi dibiarkan mengalir dari sarang lebah, jika dipusingkan memberika madu yang paling jernih.
Virgin honey adalah madu yang diperoleh dari sarang yang belum perbah terbuka.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup baik

8. THYROIDUM

Nama Sinonim
:
Tiroida
Nama hewan asal
:
Serbuk kering dari kelenjar tiroid binatang menyusui, telah dibersihkan dari jaringan pengikat dan lemak.
Zat berkhasiat/isi
:
Tiroksin, triyodotironin, diyodotirosin, Mono yodo tirosin.
Persyaratan kadar
:
Kadar yodium yang terikat sebagai senyawa organik tidak kurang dari         0,17 % dan tidak lebih dari 0,20 %
Penggunaan
:
Pengobatan terhadap hipotiroidisme (kerdil dan myxoedema).
Sediaan
:
Thyroidi Compressi – F.I.
Merian
:
Serbuk warna kekuningan hingga coklat, bau lemah, mirip bau daging rasa asin.
Penyimpanan
:
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
edit
Postingan Lebih Baru Postingan Lama

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content Farmakognosi Tanaman Obat Tradisional