Proses Pembuatan Simplisia yang Baik

| Selasa, 30 Oktober 2018

1. PENGUMPULAN BAHAN BAKU
Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia berbeda-beda antara lain tergantung pada :
  1. Bagian tanaman yang digunakan.
  2. Umur tanaman yang digunakan.
  3. Waktu panen.
  4. Lingkungan tempat tumbuh.
Waktu panen sangat erat hubungannya dengan pembentukan senyawa aktif di dalam bagian tanaman yang akan dipanen. Waktu panen yang tepat pada saat bagian tanaman tersebut mengandung senyawa aktif dalam jumlah yang terbesar.

2. SORTASI BASAH
              Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran-kotoran atau bahan-bahan asing lainnya dari bahan simplisia. Misalnya pada simplisia yang dibuat dari akar suatu tanaman obat, bahan-bahan asing seperti tanah, kerikil, rumput, batang, daun, akar yang telah rusak, serta pengotoran lainnya harus dibuang. Tanah mengandung bermacam-macam mikroba dalam jurnlah yang tinggi, oleh karena itu pembersihan simplisia dari tanah yang terikut dapat mengurangi jumlah mikroba awal.

3. PENCUCIAN
             Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan simplisia. Pencucian dilakukan dengan air bersih, misalnya air dari mata air, air sumur atau air PAM. Bahan simplisia yang mengandung zat yang mudah larut di dalam air yang mengalir, pencucian agar dilakukan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Menurut Frazier (1978), pencucian sayur-sayuran satu kali dapat menghilangkan 25% dari jumlah mikroba awal, jika dilakukan pencucian sebanyak tiga kali, jumlah mikroba yang tertinggal hanya 42% dari jumlah mikroba awal. Pencucian tidak dapat membersihkan simplisia dari semua mikroba karena air pencucian yang digunakan biasanya mengandung juga sejumlah mikroba. Cara sortasi dan pencucian sangat mempengaruhi jenis dan jumlah rnikroba awal simplisia. Misalnya jika air yang digunakan untuk pencucian kotor, maka jumlah mikroba pada permukaan bahan simplisia dapat bertambah dan air yang terdapat pada permukaan bahan tersebut dapat menipercepat pertumbuhan mikroba. Bakteri yang umum terdapat dalam air adalah Pseudomonas, Proteus, Micrococcus, Bacillus, Streptococcus, Enterobacter dan Escherishia. Pada simplisia akar, batang atau buah dapat pula dilakukan pengupasan kulit luarnya untuk mengurangi jumlah mikroba awal karena sebagian besar jumlah mikroba biasanya terdapat pada permukaan bahan simplisia. Bahan yang telah dikupas tersebut mungkin tidak memerlukan pencucian jika cara pengupasannya dilakukan dengan tepat dan bersih.

4. PERAJANGAN
           Beberapa jenis bahan simplisia perlu mengalami proses perajangan. Perajangan bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan penggilingan. Tanaman yang baru diambil jangan langsung dirajang tetapi dijemur dalam keadaan utuh selama 1 hari. Perajangan dapat dilakukan dengan pisau, dengan alat mesin perajang khusus sehingga diperoleh irisan tipis atau potongan dengan ukuran yang dikehendaki.
        Semakin tipis bahan yang akan dikeringkan, semakin cepat penguapan air, sehingga mempercepat waktu pengeringan. Akan tetapi irisan yang terlalu tipis juga dapat menyebabkan berkurangnya atau hilangnya zat berkhasiat yang mudah menguap. Sehingga mempengaruhi komposisi bau dan rasa yang diinginkan. Oleh karena itu bahan simplisia seperti temulawak, temu giring, jahe, kencur dan bahan sejenis lainnya dihindari perajangan yang terlalu tipis untuk mencegah berkurangnya kadar minyak atsiri. Selama perajangan seharusnya jumlah mikroba tidak bertambah. Penjemuran sebelum perajangan diperlukan untuk mengurangi pewarnaan akibat reaksi antara bahan dan logam pisau. Pengeringan dilakukan dengan sinar matahari selama satu hari.

5. PENGERINGAN
           Tujuan pengeringan ialah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. Dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. Air yang masih tersisa dalam simplisia pada kadar tertentu dapat merupakan media pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya.Enzim tertentu dalam sel, masih dapat bekerja, menguraikan senyawa aktif sesaat setelah sel mati dan selama bahan simplisia tersebut masih mengandung kadar air tertentu. Pada tumbuhan yang masih hidup pertumbuhan kapang dan reaksi enzimatik yang merusak itu tidak terjadi karena adanya keseimbangan antara proses-proses metabolisme, yakni proses sintesis, transformasi dan penggunaan isi sel. Keseimbangan ini hilang segera setelah sel tumbuhan mati. Sebelum tahun 1950, sebelum bahan dikeringkan, terhadap bahan simplisia tersebut lebih dahulu dilakukan proses stabilisasi yaitu proses untuk menghentikan reaksi enzimatik. Cara yang lazim dilakukan pada saat itu, merendam bahan simplisia dengan etanol 70% atau dengan mengaliri uap panas. Dari hasil penelitian selanjutnya diketahui bahwa reaksi enzimatik tidak berlangsung bila kadar air dalam simplisia kurang dari 10%.
           Pengeringan simplisia dilakukan dengan menggunakan sinar matahari atau menggunakan suatu alat pengering. Hal-ha1 yang perlu diperhatikan selama proses pengeringan adalah suhu pengeringan, kelembaban udara, aliran udara, Waktu pengeringan dan luas permukaan bahan. Pada pengeringan bahan simplisia tidak dianjurkan menggunakan alat dari plastik. Selama proses pengeringan bahan simplisia, faktor-faktor tersebut harus diperhatikan sehingga diperoleh simplisia kering yang tidak mudah mengalami kerusakan selama penyimpanan. Cara pengeringan yang salah dapat mengakibatkan terjadinya “Face hardening”, yakni bagian luar bahan sudah kering sedangkan bagian dalamnya masih basah. Hal ini dapat disebabkan oleh irisan bahan simplisia yang terlalu tebal, suhu pengeringan yang terlalu tinggi, atau oleh suatu keadaan lain yang menyebabkan penguapan air permukaan bahan jauh lebih cepat daripada difusi air dari dalam ke permukaan tersebut, sehingga permukaan bahan menjadi keras dan menghambat pengeringan selanjutnya. “Face hardening” dapat mengakibatkan kerusakan atau kebusukan di bagian dalarn bahan yang dikeringkan.
          Suhu pengeringan tergantung kepada bahan simplisia dan cara pengeringannya. Bahan simplisia dapat dikeringkan pada suhu 300 sampai 90°C, tetapi suhu yang terbaik adalah tidak melebihi 60°C. Bahan simplisia yang mengandung senyawa aktif yang tidak tahan panas atau mudah menguap harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin, misalnya 300 sampai 450 C, atau dengan cara pengeringan vakum yaitu dengan mengurangi tekanan udara di dalam ruang atau lemari pengeringan, sehingga tekanan kira-kira 5 mm Hg. Kelembaban juga tergantung pada bahan simplisia,cara pengeringan, dan tahap tahap selama pengeringan. Kelembaban akan menurun selama berlangsungnya proses pengeringan. Berbagai cara pengeringan telah dikenal dan digunakan orang. Pada dasarnya dikenal dua cara pengeringan yaitu pengeringan secara alamiah dan buatan.
  1. Pengeringan Alamiah.
           Tergantung dari senyawa aktif yang dikandung dalam bagian tanaman yang dikeringkan, dapat dilakukan dua cara pengeringan :
  • Dengan panas sinar matahari langsung. Cara ini dilakitkan untuk mengeringkan bagian tanaman yang relatif keras seperti kayu, kulit kayu, biji dan sebagainya, dan rnengandung senyawa aktif yang relatif stabil. Pengeringan dengan sinar matahari yang banyak dipraktekkan di Indonesia merupakan suatu cara yang mudah dan murah, yang dilakukan dengan cara membiarkan bagian yang telah dipotong-potong di udara terbuka di atas tampah-tampah tanpa kondisi yang terkontrol sepertl suhu, kelembaban dan aliran udara. Dengan cara ini kecepatan pengeringan sangat tergantung kepada keadaan iklim, sehingga cara ini hanya baik dilakukan di daerah yang udaranya panas atau kelembabannya rendah, serta tidak turun hujan. Hujan atau cuaca yang mendung dapat memperpanjang waktu pengeringan sehingga memberi kesempatan pada kapang atau mikroba lainnya untuk tumbuh sebelum simplisia tersebut kering. F’IDC (Food Technology Development Center IPB) telah merancang dan membuat suatu alat pengering dengan menggunakan sinar matahari, sinar matahari tersebut ditampung pada permukaan yang gelap dengan sudut kemiringan tertentu. Panas ini kemudian dialirkan keatas rak-rak pengering yang diberi atap tembus cahaya di atasnya sehingga rnencegah bahan menjadi basah jika tiba-tiba turun hujan. Alat ini telah digunakan untuk mengeringkan singkong yang telah dirajang dengan demikian dapat pula digunakan untuk mengeringkan simplisia.
  • Dengan diangin-anginkan dan tidak dipanaskan dengan sinar matahari langsung. Cara ini terutama digunakan untuk mengeringkan bagian tanaman yang lunak seperti bunga, daun, dan sebagainya dan mengandung senyawa aktif mudah menguap.
  1. Pengeringan Buatan
          Kerugian yang mungkin terjadi jika melakukan pengeringan dengan sinar matahari dapat diatasi jika melakukan pengeringan buatan, yaitu dengan menggunakan suatu alat atau mesin pengering yang suhu kelembaban, tekanan dan aliran udaranya dapat diatur. Prinsip pengeringan buatan adalah sebagai berikut: “udara dipanaskan oleh suatu sumber panas seperti lampu, kompor, mesin disel atau listrik, udara panas dialirkan dengan kipas ke dalam ruangan atau lemari yang berisi bahan yang akan dikeringkan yang telah disebarkan di atas rak-rak pengering”. Dengan prinsip ini dapat diciptakan suatu alat pengering yang sederhana, praktis dan murah dengan hasil yang cukup baik.
         Dengan menggunakan pengeringan buatan dapat diperoleh simplisia dengan mutu yang lebih baik karena pengeringan akan lebih merata dan waktu pengeringan akan lebih cepat, tanpa dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Sebagai contoh misalnya jika kita membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari untuk penjemuran dengan sinar matahari sehingga diperoleh simplisia kering dengan kadar air 10% sampai 12%, dengan menggunakan suatu alat pengering dapat diperoleh simplisia dengan kadar air yang sama dalam waktu 6 sampai 8 jam.
         Daya tahan suatu simplisia selama penyimpanan sangat tergantung pada jenis simplisia, kadar airnya dan cara penyimpanannya. Beberapa simplisia yang dapat tahan lama dalam penyimpanan jika kadar airnya diturunkan 4 sampai 8%, sedangkan simplisia lainnya rnungkin masih dapat tahan selama penyimpanan dengan kadar air 10 sampai 12%.

6. SORTASI KERING
       Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Tujuan sortasi untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotoran-pengotoran lain yang masill ada dan tertinggal pada sirnplisia kering. Proses ini dilakukan sebelum sirnplisia dibungkus untuk kernudian disimpan. Seperti halnya pada sortasi awal, sortasi disini dapat dilakukan dengan atau secara mekanik. Pada simplisia bentuk rimpang sering jurnlah akar yang melekat pada rimpang terlampau besar dan harus dibuang. Demikian pula adanya partikel-partikel pasir, besi dan benda-benda tanah lain yang tertinggal harus dibuang sebelum simplisia dibungkus.
  • Pengawetan
Simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform, CCl4, eter atau pemberian bahan atau penggunaan cara yang sesuai, sehingga tidak meninggalkan sisa yang membahayakan kesehatan.
  • Wadah
Wadah adalah tempat penyimpanan artikel dan dapat berhubungan langsung atau tidak langsung dengan artikel. Wadah langsung (wadah primer) adalah wadah yang langsung berhubungan dengan artikel sepanjang waktu. Sedangkan wadah yang tidak bersentuhan langsung dengan artikel disebut wadah sekunder.
Wadah dan sumbatnya tidak boleh mempengaruhi bahan yang disimpan didalamnya baik secara fisika maupun kimia, yang dapat mengakibatkan perubahan kekuatan, mutu atau kemurniannya hingga tidak memenuhi persyaratan resmi.
Wadah tertutup baik: harus melindungi isi terhadap masuknya bahan padat dan mencegah kehilangan bahan selama penanganan, pengangkutan, penyimpanan dan distribusi.
  • Suhu Penyimpanan
Dingin       : suhu tidak lebih dari 80C, Lemari pendingin mempunyai suhu antara 20C– 80C, sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -200C dan -100C.
Sejuk             : suhu antara 80C dan 150C. Kecuali dinyatakan lain, bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin.
Suhu kamar   : suhu pada ruang kerja. Suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 150C dan 300C.
Hangat            : hangat adalah suhu antara 300C dan 400C.
Panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 400C.
  • Tanda dan Penyimpanan
Semua simplisia yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih dan harus disimpan dalam lemari terkunci. Semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda tengkorak dan harus disimpan dalam lemari terkunci.
  • Kemurnian Simplisia  
Persyaratan simplisia nabati dan simplisia hewani diberlakukan pada simplisia yang diperdagangkan, tetapi pada simplisia yang digunakan untuk suatu pembuatan atau isolasi minyak atsiri, alkaloida, glikosida, atau zat aktif lain, tidak harus memenuhi persyaratan tersebut.
Persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing–masing monografi, sebagai petunjuk identitas, mutu atau kemurniannya.
  • Benda Asing
Simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen, dan harus bebas dari cemaran mikro organisme, serangga dan binatang lain maupun kotoran hewan. Simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna, tidak boleh mengandung lendir, atau menunjukan adanya kerusakan. Sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir, debu, atau pengotoran lain yang berasal dari tanah maupun benda anorganik asing.
Dalam perdagangan, jarang dijumpai simplisia nabati tanpa terikut atau tercampur bagian lain, maupun bagian asing, yang biasanya tidak mempengaruhi simplisianya sendiri. Simplisia tidak boleh mengandung bahan asing atau sisa yang beracun atau membahayakan kesehatan. Bahan asing termasuk bagian lain tanaman yang tidak dinyatakan dalam paparan monografi.
  • Pemalsuan Dan Penurunan Mutu Simplisia
Pemalsuan umumnya dilakukan secara sengaja, sedangkan penurunan mutu mungkin dilakukan secara tidak sengaja.
Simplisia dianggap bermutu rendah jika tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditetapkan, khususnya persyaratan kadarnya. Mutu rendah ini dapat disebabkan oleh tanaman asal, cara panen dan pengeringan yang salah, disimpan terlalu lama, kena pengaruh kelembaban, panas atau penyulingan.
Simplisia dianggap rusak jika oleh sebab tertentu, keadaannya tidak lagi memenuhi syarat, misalnya menjadi basah oleh air laut, tercampur minyak pelumas waktu diangkut dengan kapal dan lain sebagainya.
Simplisia dinyatakan bulukan jika kwalitasnya turun karena dirusak oleh bakteri, cendawan atau serangga.
Simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahan-bahan atau bagian tanaman lain, misalnya kuncup Cengkeh tercampur dengan tangkai Cengkeh, daun Sena tercampur dengan tangkai daun.
Simplisia dianggap dipalsukan jika secara sengaja diganti, diolah atau ditambahi bahan lain yang tidak semestinya. Misalnya minyak zaitun diganti minyak biji kapas, tetapi tetap dijual dengan nama minyak Zaitun. Tepung jahe yang ditambahi pati terigu agar bobotnya bertambah, ditambah serbuk cabe agar tetap ada rasa pedasnya, ditambah serbuk temulawak agar warnanya tampak seperti keadaan semula.
edit

Farmakognosi Oleum

| Selasa, 30 Oktober 2018

OLEUM ANISI (FI)
   
Nama Lain                          : Minyak adasmanis
Nama Tanaman Asal           : Pimpinella anisum (L) atau verum (Hook.f) 
Keluarga                              : Apiaceae 
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Anetol,metal khavikol(isomer dari anetol),anisaldehida dan terpen
Penggunaan                         : Obat batuk,perangsang peristaltic pada mulas
Sedian                                  :
     1. Benzoici Opii Tinctura(Form.Nas)
     2. Amonii Anisi Spirituosa(Form Nas)
     3. Potio alba(Form.nas)
Pemerian                              : Cairan tidak berwarna atau kuning pucat,membias cahaya dengan    kuat,bau khas aromatic,rasa khas agak manis,jika sejuk menghablur
Cara memperoleh                 : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan uap buah yang masak
Penyimpanan                        : Dalam wadah tertutup rapat,terisi penuh,terlindung dari cahaya,jika menghablur sebelum digunakan harus dipanaskan hingga mencair.


OLEUM ARACHIDIS

Nama Lain                          : Minyak kacang, Peanut oil
Nama Tanaman Asal           : Arachis hypogaea ( L. )
Keluarga                              : Leguminosae
Zat Berkhasiat Utama / Isi   : Gliserida dari asam oleat, linoleat, asam palmitat, asam hipogeat,  asam lignoserat, asam arakhidat
Penggunaan                          : Sebagai pengganti minyak zaitun untuk pembuatan margarine dan sabun
Sediaan                                 :
    1. Methylis Salicylatis Linimentum (Formularium Nasional)
    2. Peruviani Emulsum II ( Formularium Nasional )
Pemerian                              : Cairan berwarna kuning pucat, bau khas lemah, rasa tawar
Cara memperoleh                 : Minyak lemak yang diolah dimurnikan, diperoleh dengan pemerasan biji yang telah dikupas
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh


OLEUM AURANTII ( FI )

Nama Lain                            : Minyak jeruk manis
Nama Tanaman Asal            : Citrus sinensis ( L. )
Keluarga                               : Rutaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi   : d-limonen, campuran sitral, sitronelal
Persyaratan kadar                 : Kadar aldehida tidak kurang dari 1,0 % dan tidak lebih dari 3,0 %
Penggunaan                          : Obat bronchitis menahun, bahan pewangi
Pemerian                              : Cairan kuning muda atau coklat kekuningan, bau khas aromatik, rasa khas
Cara memperoleh                 : Minyak atsiri yang diperoleh dengan pemerasan kulit buah terluar yang masak dan segar
Penyimpanan                        :
1. Cara Sisilia : Kulit buah diperas dengan tangan diantara bunga karang, minyak yang menyerap dalam bunga karang dikumpulkan
2. Cara Perancis : Kulit buah diguling-gulingkan dalam tong berduri, minyak yang keluar dari luka-luka kulit buah dikumpulkan
3. Cara Guinea : Kulit digaruk dengan sendok tajam, minyak yang terkumpul pada sendok ditaruh dalam panci
4. Cara Kalifornia : Seluruh buah diperas, dipusingkan sehingga terpisah bagian padat, bagian air jeruk dan bagian minyak
5. Cara lain yang khusus : buah diparut kulitnya atau kulit
buahnya digiling antara dua silinder


OLEUM CACAO

Nama Lain                            : Lemak coklat
Nama Tanaman Asal            : Theobroma cacao ( L. )
Keluarga                               : Sterculiaceae 
Zat Berkhasiat Utama / Isi   : Sebagian besar gliserida dari asam stearat, asam palmitat, asam oleat dan asam laurat. Terdapat pula sejumlah kecil gliserida dan asam arakhidat, asam linoleat, asam forminat, asam asetat dan asam butirat
Sediaan                                  :
     1. Aminophyllin Suppositoria ( Form. Nas.)
     2. Bibazae Suppositoria
     3. Bisacodyl Suppositoria
Pemerian                               : Lemak padat, warna putih kekuningan, bau khas aromatik, rasa khas lemah, agak putih pada suhu 25 C menjadi lunak atau mencair
Cara memperoleh                  : Lemak yang diperoleh dengan pemerasan panas biji yang telah dihilangkan kulit bijinya dan telah dipanggang, biji yang dipanggang digiling dengan penambahan natrium karbonat lalu diperas selagi masih panas


OLEUM CAJUPUTI

Nama Lain                          : Minyak kayuputih
Nama Tanaman Asal           : Melaleuca leucadendra ( L. ) dan Melaleuca minor ( Sm )
Keluarga                              : Myrtaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi   : Sineol ( kayuputol ), terpinol bebas atau sebagai ester dengan asam cuka, asam mentega, asam valerat
Persyaratn kadar                   : Kadar sineol tidak kurang dari       50 % dan tidak lebih dari 65 %
Penggunaan                          : Sebagai obat gosok pada sakit encok dan rasa nyeri lainnya
Sedian    :
     1. Balsamum rubrum ( Form. Nas ) 
     2. Methylis Salicylatis Linimentum ( Form. Nas )
     3. Thymoli Solutio Aromaticae ( Form. Nas )
Pemerian                             : Cairan tidak berwarna, berwarna kuning atau hijau, bau khas aromatik,rasa pahit
Cara memperoleh                : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap atau penyulingan air
Penyimpanan                      : Dalam wadah tertutup baik


OLEUM CANANGA

Nama Lain                           : Minyak kenanga
Nama Tanaman Asal           : Canangium odoratum ( Hook&                                                     Thoms )
Keluarga                              : Anonaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Alkohol dengan ester (metil-benzoat, linalool, terpineol )
Penggunaan                         : Zat tambahan - parfum
Pemerian                              : Minyak cair warna kuning muda, bau khas, sangat harum
Cara memperoleh                : Penyulingan uap bunga yang segar dan belum mekar


OLEUM CARCHARIDIS

Nama Lain                          : Minyak ikan hiu
Nama Tanaman Asal           : Carcharis, Chilocyllium dan Zygaena
Keluarga                              : -
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Vitamin A
Penggunaan                         : Sumber kalori dan pengobatan avitaminose A dan D
Pemerian                             : Minyak cair warna kuning sampai keemas-emasan, bau khas, tidak tengik, rasa manis
Cara memperoleh                : Minyak lemak yang diperoleh dari hati yang segar atau yang tersimpan baik dan telah dibebaskan dari lemak padatnya dengan jalan penyaringan pada suhu 5  C
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik


OLEUM CARYOPHYLI

Nama Lain                          : Minyak cengkeh, Clove oil
Nama Tanaman Asal           : Eugenia caryophyllata ( Sreng )
Keluarga                              : Myrtaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Egenol, asetilegenol
Penggunaan                         : Zat tambahan - parfum
Sedian                                  : Oleum Ricini aromaticum (Form.Nas ), Balsamum rubrum (Form. Nas
Pemerian                              : Minyak cair yang baru disuling, tidak berwarna atau kuning pucat, jika disimpan atau kena udara makin tua dan makin kental, bau dan rasa seperti cengkeh
Cara memperoleh                 : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan air atau penyulingan uap kuncup  bunga yang telah dikeringkan
Penyimpanan                        : Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh, terlindung dari cahaya


OLEUM CINNAMOMI

Nama Lain                          : Minyak kayumanis, Oleum ciaoi
Nama Tanaman Asal           : Cinnamomum zeylanicum ( BI )
Keluarga                              : Lauraceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Sinamilaldehida, egenol
Persyaratan  Kadar                : Kadar aldehida jumlah dihitung sebagai sinamilaldehida 60,0 % - 75,0 %
Penggunaan                          : Obat gosok, obat mulas, pengawet sirop
Sedian     :
-   Oleum Iecoris Emulsum ( Form. Nas )
-   Balsamum rubrum ( Form. Nas. )
-   Oleum Ricini aromaticum ( Form. Nas. )
Pemerian                              : Cairan warna kuning atau merah kecoklatan, bau dan rasa khas
Cara memperoleh                : Minyak atsiri diperoleh dengan penyulingan air atau penyulingan uap kulit batang dan kulit cabang
Penyimpanan                        : Dalam wadah tertutup rapat,terisi penuh,terlindung dari cahaya, di tempat sejuk


OLEUM CITRI

Nama Lain                          : Minyak jeruk, Lemon oil
Nama Tanaman Asal           : Citrus lemon ( L. )
Keluarga                              : Rutaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Sitral, d – limonene dan felandren
Persyaratan Kadar               : Kadar aldehida jumlah dihitung sebagai sitral tidak kurang dari  3,5 %
Penggunaan                          : Obat batuk,perangsang peristaltic pada mulas
Pemerian                              : Cairan warna kuning pucat atau kuning kehijauan, bau khas aromatik, rasa pedas dan agak pahit
Cara memperoleh                 : Minyak atsiri diperoleh dengan cara pemerasan perikarp segar yang masak atau hamper masak
Penyimpanan                        : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya, di tempat sejuk


OLEUM CORIANDRI

Nama Lain                          : Minyak ketumbar  
Nama Tanaman Asal           : Coriandrum sativum ( L. )
Keluarga                              : Apiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Koriandrol (= d-linalool ), terdapat pula geraniol
Penggunaan                         : Bahan pewangi dan Karminativa
Pemerian                             : Bau dan rasa khas ketumbar
Cara memperoleh                : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap buah-buah yang dimasak dan kering
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

 
OLEUM EUCALYPTI

Nama Lain                          : Minyak ekaliptus
Nama Tanaman Asal           : Eucalyptus globullus (Labill)
Keluarga                              : Myrtaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Ekaliptol (= sineol ) terdapat pula pinem dan terpen-terpen
Penggunaan                         : Germisida, obat batuk, antiseptika saluran pernafasan
Sedian                                 : Methylis Salicylatis, Linimentum (Form. Nas)
Pemerian                             : Bau dan rasa khas aromatik
Cara memperoleh                : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap daun-daun yang segar
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik.



OLEUM FOENICULI

Nama Lain                          : Minyak adas
Nama Tanaman Asal          : Foeniculum Vulgare (Mill.)
Keluarga                             : Apiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Anetol, zat pahit fenkhon
Penggunaan                        : Obat gosok gigi, obat mulas untuk anak-anak, karminativanya lemah, terbanyak dipakai sebagai bahan pewangi Aqua Foeniculi (F.I. Ed.I)
Pemerian                            : Bau dan rasa khas ketumbar
Cara memperoleh               : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan uap buah-buah yang dimasak dan kering
Penyimpanan                      : Dalam wadah tertutup baik.



OLEUM HYDNOCARPI

Nama Lain                          : Minyak hidnokarpi, Oleum chaulmogra, minyak kaulmogra
Nama Tanaman Asal          : Hydnocarpus wightiana ( Blume ),
                                              Hydnocarpus anthelmintica (Pierra)
                                              Hynocarpus heterophylla (Blume)
                                              Taraktogenos kurzii ( King )
Keluarga                             : Flacourtiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi : Gliserida dari asam hidnokarpat, asam khaulmograt, asam palmitat, asam oleat dan asam gorlat
Penggunaan                        : Obat lepra
Pemerian                             : Pada suhu diatas 30 ˚ C berupa cairan jernih berwarna kuning atau kecoklatan. Pada suhu dibawah 30 ˚ C berupa lemak putih atau kekuningan. Batas suhu tersebut dapat berbeda menurut spesies Hydnocarpus. Bau lemah dan rasa khas rasa agak pahit dan getir.
Cara memperoleh               : Minyak lemak diperoleh dengan pemerasan dingin biji dari buah yang masak dan segar
Penyimpanan                      : Dalam wadah tertutup baik.

 
OLEUM IECORIS ASELLI

Nama Lain                          : Minyak ikan, oleum morrhuae. Codliver oil.
Nama Hewan Asal              : Gadus callarias
Keluarga                              : Gadidae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Vitamin A dan D, Gliserida trimalmitat dan tristearat, kolesterol, gliserida dan asam-asam jenuh, yang disebut asam morrhuat, berupa campuran berbagai asam : asam yakoleat, asam terapiat, asam aselat, asam gadinat, yodium, basa-basa aselin dan morrhuin. Unsur-unsur : Cl, Br, S, P dan Fe sebagai senyawa organik.
Penggunaan                         : Potensi vitamin A tidak kurang dari 600 S.I tiap gram dan potensi vitamin D tidak kurang dari 80 S.I tiap gram.
Pemerian                              : Bahan salep, sumber vitamin A dan D
Sedian                                  :
    1. Olei Iecoris Emulsum (Form.nas)
    2. Olei Iecoris Unguentum (Form.nas)
    3. Olei Iecoris Unguentum compositum ( F. N )
Cara memperoleh                : Minyak lemak yang tersimpat baik, dimurnikan dengan penyaringan pada suhu 0 ˚ C
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh, terlindung dari cahaya.


OLEUM MAYDIS

Nama Lain                          : Minyak jagung
Nama Tanaman Asal           : Zea mays ( L. )
Keluarga                              : Poaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Gliserida
Penggunaan                         : Zat tambahan, pengganti minyak lemak bagi pasien yang tinggi kadar kolesterolnya
Pemerian                              : Cairan warna kuning muda sampai kuning emas, bau dan rasa lemah khas
Cara memperoleh                : Minyak lemak diperoleh dari embrio, kemudian dimurnikan
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik, terisi penuh, terlindung dari cahaya.

 
OLEUM MENTHAE PIPERITAE

Nama Lain                          : Minyak permen, pepermin oil
Nama Tanaman Asal           : Mentha piperita (L.)
Keluarga                              : Lamiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Menthol, metilasetat
Persyaratan Kadar               : Kadar ester dihitung sebagai metal asetat tidak kurang dari 4 % dan tidak lebih dari 9 %, kadar mentol bebas tidak kurang dari 45 %
Penggunaan                         : Karminativa, stimulansia, sebagai obat mulas
Sedian                                  :
    1. Aqua Menthae piperitae (FI)
    2. Aluminii Hydroxydi Compressi ( Form. Nas )
    3. Balsamum album ( Form. Nas )
    4. Ferro Tonicum Solutio ( Form. Nas )
    5. Potio alba ( Form. Nas )
    6. Thymoli Solutio aromatika ( Form. Nas )
    7. Zinci Chloridi Gargarisma ( Form. Nas )
Pemerian                             : Cairan tidak berwarna, kuning pucat atau kuning kehijauan, bau aromatik, rasa pedas kemudian dingin
Cara memperoleh               : Minyak atsiri yang diperoleh dengan penyulingan air pucuk berbunga segar, jika perlu dimurnikan
Penyimpanan                      : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya.


OLEUM MYRISTICAE
Nama Lain                            : Minyak pala, Nutmeg oil
Nama Tanaman Asal            : Myristica fragrans (Houtt)
Keluarga                               : Myristicaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi    : Miristin, egenol, asam miristinat bebas atau sebagai ester
Penggunaan                          : Karminativa, stimulansia lambung
Pemerian                               : Cairan tidak berwarna atau berwarna kuning pucat bau dan rasa khas khas seperti pala
Cara memperoleh                 : Penyulingan inti biji yang dikeringkan
Penyimpanan                        : Dalam wadah tertutup rapat, terisi penuh, terlindung dari cahaya.
edit
Postingan Lebih Baru Postingan Lama

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

© Design 1/2 a px. · 2015 · Pattern Template by Simzu · © Content Farmakognosi Tanaman Obat Tradisional